:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800096/original/018513100_1557324005-IMG_6255.jpg)
Kondisi ini dipertahankan Paul hingga menit-menit akhir. Saat satu dua karakter menyadari kejanggalan dan semua sudah terlambat, penonton dengan mudah menebak bagaimana Heretiks akan berakhir. Bagi Anda yang gemar menonton film horor atau thriller, tentu paham Heretiks hanyalah genre memedi kelas B. Apalagi jika Anda pernah menonton Scream 4 (Wes Craven, 2011). Di akhir cerita, Scream 4 membahas salah satu pakem film horor, bahwa penonton biasanya menyukai satu pahlawan saja yang tersisa.
Dari aspek sinematografi, pencahayaan, dan musik, Heretiks tidak istimewa. Banyak adegan dieksekusi dalam kondisi remang-remang. Walhasil, gambar-gambar yang tersaji mengingatkan kita pada film-film horor buatan Nayato Fio Nuala. Yang berkesan dari film ini bisa jadi hanya akting aktris senior Clare Higgins yang konsisten dan memancarkan karisma.
Heretiks pada akhirnya tidak akan menjadi pilihan pertama penonton. Jika sudah menonton Avangers: Endgame dan Pokemon Detective Pikachu, barulah film produksi tahun lalu ini dilirik penonton.
Pemain: Hannah Arterton, Clare Higgins, Bethan Walker, Michael Ironside
Produser: Marcia Do Vales, Michael Riley
Sutradara: Paul Hyett
Penulis: Conal Palmer, Paul Hyett
Produksi: Red Rock Entertainment
Durasi: 81 menit
(Wayan Diananto)
from Berita Gosip Terbaru Dunia Hiburan Indonesia Dan Luar Negeri kalo berita gak lengkap buka link disamping http://bit.ly/2DXeCuG
No comments:
Post a Comment